<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-3730402362438393936</id><updated>2011-07-07T22:16:53.643-07:00</updated><title type='text'>TEGAKKAN PANJI TAUHID DAN SUNNAH</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://shalihinassalafy.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3730402362438393936/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://shalihinassalafy.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>AL FAQIR ILAA MAGFIRATI RABBI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02375418608222591050</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>2</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3730402362438393936.post-240528414149993781</id><published>2010-08-03T10:31:00.001-07:00</published><updated>2010-08-03T10:31:48.931-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div style="text-align:center;" &gt;&lt;a href="http://www.kajian.net" title="Kajian.net - Ceramah Agama Islam Gratis/Free Download Kajian MP3 Islami"&gt;&lt;img src="http://www.kajian.net/images/banners/banner_200x150.jpg" width="200" height="150" border="0" alt="Kajian.Net" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3730402362438393936-240528414149993781?l=shalihinassalafy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://shalihinassalafy.blogspot.com/feeds/240528414149993781/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://shalihinassalafy.blogspot.com/2010/08/kajiannet-ceramah-agama-islam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3730402362438393936/posts/default/240528414149993781'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3730402362438393936/posts/default/240528414149993781'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://shalihinassalafy.blogspot.com/2010/08/kajiannet-ceramah-agama-islam.html' title=''/><author><name>AL FAQIR ILAA MAGFIRATI RABBI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02375418608222591050</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3730402362438393936.post-4959484513524721811</id><published>2010-08-02T09:32:00.000-07:00</published><updated>2010-08-02T09:32:23.144-07:00</updated><title type='text'>JANGAN TERLENA DENGAN KENIKMATAN SEMU ITU</title><content type='html'>Jangan Terlena Dengan Kenikmatan Semu Itu    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis: Ust.  Abu Abdirrahman Abdullah Zaen, Lc.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di saat Allah menghendaki  terjadinya hari kiamat, Dia pun memerintahkan malaikat Israfil untuk  meniup terompetnya dua kali. Tiupan pertama sebagai pertanda untuk  membinasakan seluruh makhluk yang ada di muka bumi dan langit, sedangkan  tiupan kedua untuk membangkitkan mereka kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah ta’ala  berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَنُفِخَ فِي الصُّورِ فَصَعِقَ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ  وَمَنْ فِي الأرْضِ إِلا مَنْ شَاءَ اللَّهُ ثُمَّ نُفِخَ فِيهِ أُخْرَى  فَإِذَا هُمْ قِيَامٌ يَنْظُرُونَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan ditiuplah sangkakala, maka  matilah siapa yang di langit dan di bumi kecuali siapa yang dikehendaki  Allah. Kemudian ditiup sangkakala itu sekali lagi maka tiba-tiba mereka  berdiri (menunggu (putusannya masing-masing).” (QS. Az-Zumar: 68)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka,   setelah malaikat Israfil meniupkan terompetnya yang kedua kalinya,  seluruh makhluk pun dibangkitkan dari kuburnya oleh Allah ta’ala, lalu  mereka dikumpulkan dalam suatu padang yang amat luas yang rata dengan  tanah (QS. Thaha: 107. Lihat Tafsir As-Sa’di hal. 462), dalam keadaan  tidak berpakaian, tidak memakai sandal, tidak berkhitan dan tidak  membawa sesuatu apapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam  bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;يحشر الناس يوم القيامة حفاة عراة غرلا. قالت عائشة: يا  رسول الله النساء والرجال جميعا ينظر بعضهم إلى بعض؟ قال صلى الله عليه و  سلم: يا عائشة الأمر أشد من أن ينظر بعضهم إلى بعض&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pada hari  kiamat nanti para manusia akan dikumpulkan dalam keadaan tidak memakai  sandal, tidak berpakaian dan dalam keadaan belum berkhitan. Aisyah  bertanya, ‘Wahai Rasulullah, kaum pria dan wanita (berkumpul dalam satu  tempat semuanya dalam keadaan tidak berbusana?!) apakah mereka tidak  saling melihat satu sama lainnya?’ Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa  sallam pun menjawab, ‘Wahai Aisyah kondisi saat itu amat mengerikan  sehingga tidak terbetik sedikit pun dalam diri mereka untuk melihat satu  sama lainnya!’” (HR. Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, saat itu  masing-masing dari mereka memikirkan dirinya sendiri dan tidak sempat  untuk memikirkan orang lain, meskipun itu adalah orang terdekat mereka.  Allah ta’ala berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pada hari itu manusia lari dari  saudaranya. Dari bapak dan ibunya. Dari istri dan anak-anaknya. Setiap  orang dari mereka pada hari itu mempunyai urusan yang menyibukkannya.”  (QS. ‘Abasa: 34-37)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua manusia saat itu berada di dalam  ketidakpastian, masing-masing menunggu apakah ia termasuk orang-orang  yang beruntung dimasukkan ke taman-taman surga, ataukah mereka termasuk  orang yang merugi dijebloskan ke dalam lembah hitam neraka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam  kondisi seperti itu Allah ta’ala mendekatkan matahari sedekat-dekatnya  di atas kepala para hamba-Nya, hingga panasnya sinar matahari yang luar  biasa itu mengakibatkan keringat mereka bercucuran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;عن المقداد بن  الأسود قال: سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول: تدني الشمس يوم  القيامة من الخلق حتى تكون منهم كمقدار ميل … فيكون الناس على قدر أعمالهم  في العرق؛ فمنهم من يكون إلى كعبيه, ومنهم من يكون إلى ركبتيه, ومنهم من  يكون إلى حقويه, ومنهم من يلجمه العرق إلجاما&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Miqdad bin  al-Aswad bercerita: Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa  sallam bersabda, “Pada hari kiamat nanti matahari turun mendekati para  makhluk hingga hanya berjarak satu mil… Pada saat itu kucuran keringat  masing-masing manusia tergantung amalannya; di antara mereka ada yang  keringatnya sampai di mata kakinya, ada pula yang keringatnya sampai  lututnya, ada yang keringatnya sampai perutnya serta ada yang tenggelam  dalam keringatnya sendiri!” (HR. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah para manusia  saat itu berada di dalam kesusahan, kebingungan dan ketidakpastian yang  tiada bandingannya, padahal satu hari pada saat itu bagaikan 50 ribu  tahun hari-hari dunia! (Lihat Majmu’ Fatawa wa Rasa’il Ibn Utsaimin  (II/23))&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah ta’ala berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;تَعْرُجُ الْمَلائِكَةُ  وَالرُّوحُ إِلَيْهِ فِي يَوْمٍ كَانَ مِقْدَارُهُ خَمْسِينَ أَلْفَ سَنَةٍ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Malaikat-malaikat   dan Jibril naik (menghadap) kepada Allah dalam sehari yang kadarnya  lima puluh ribu tahun.” (QS. Al-Ma’arij: 4)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seandainya kita mau  berpikir betapa mengerikannya hari-hari itu lantas kita merenungkan  jalan hidup kebanyakan manusia di dunia yang kita lihat selama ini,  niscaya kita akan sadar betul bahwa ternyata masih banyak di antara kita  yang telah terlena dengan keindahan dunia yang semu ini dan lupa bahwa  setelah kehidupan dunia yang sementara ini masih ada kehidupan lain yang  kekal abadi yang lamanya satu hari di sana sama dengan 50 ribu tahun di  dunia!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita telah terlena dengan gemerlapnya dunia dan lupa  untuk beribadah kepada Allah dan beramal saleh, padahal pada hakikatnya  kita hanya diminta untuk beramal selama 30 tahun saja! Tidak lebih dari  itu. Suatu waktu yang amat singkat!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, kalaupun umur kita 60  tahun, sebenarnya kita hanya diminta untuk beramal selama 30 tahun saja.  Karena umur yang 60 tahun itu akan dikurangi masa tidur kita di dunia  yang jika dalam satu hari adalah 8 jam, berarti masa tidur kita adalah  sepertiga dari umur kita yaitu: 20 tahun Lalu kita kurangi lagi dengan  masa kita sebelum balig, karena seseorang tidak berkewajiban untuk  beramal melainkan setelah ia balig, taruhlah jika kita balig pada umur  10 tahun, berarti umur kita hanya tinggal 30 tahun!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subhanallah,  bayangkan, pada hakikatnya kita diperintahkan untuk bersusah payah dalam  beramal saleh di dunia hanya selama 30 tahun saja! Alangkah naifnya  jika kita enggan untuk bersusah payah selama 30 tahun di dunia beramal  saleh, sehingga akan berakibat kita mendapat siksaan yang amat pedih di  akhirat selama puluhan ribu tahun!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah telah memperingatkan  supaya kita tidak tertipu dengan kehidupan duniawi yang fana ini dalam  firman-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّ وَعْدَ اللَّهِ حَقٌّ فَلا  تَغُرَّنَّكُمُ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا وَلا يَغُرَّنَّكُمْ بِاللَّهِ  الْغَرُورُ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wahai para manusia, sesungguhnya janji Allah adalah  benar, maka janganlah sekali-kali kehidupan dunia memperdayai kalian,  dan janganlah sekali-kali (syaitan) yang pandai menipu, memperdayakan  kalian dari Allah.” (QS. Faathiir: 5)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa orang yang tertipu  dengan kehidupan duniawi benar-benar telah merugi? Karena kenikmatan  dunia seisinya tidak lebih berharga di sisi Allah dari sebuah sayap  seekor nyamuk!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;عَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ  اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « لَوْ كَانَتِ الدُّنْيَا تَعْدِلُ عِنْدَ  اللَّهِ جَنَاحَ بَعُوضَةٍ مَا سَقَى كَافِرًا مِنْهَا شَرْبَةَ مَاءٍ ».  رواه الترمذي في سننه (رقم 2490) وقَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ  صَحِيحٌ غَرِيبٌ مِنْ هَذَا الْوَجْهِ.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahl bin Sa’d bercerita  bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Seandainya  dunia sepadan dengan (harga) sayap seekor nyamuk; niscaya orang kafir  tidak akan mendapatkan (kenikmatan dunia meskipun hanya seteguk air.”  (HR. Tirmidzi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka mari kita manfaatkan kehidupan dunia yang  hanya sementara ini untuk benar-benar beribadah kepada Allah ta’ala,  mulai dari mencari ilmu, shalat lima waktu berbakti kepada orang tua,  berbuat baik kepada sesama terutama tetangga, mendidik keluarga  sebaik-baiknya. Juga berusaha untuk menjauhi apa yang dilarang-Nya.  Jangan sampai kita termasuk orang-orang yang disebutkan Allah ta’ala  dalam firman-Nya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَهُمْ يَصْطَرِخُونَ فِيهَا رَبَّنَا  أَخْرِجْنَا نَعْمَلْ صَالِحاً غَيْرَ الَّذِي كُنَّا نَعْمَلُ أَوَلَمْ  نُعَمِّرْكُمْ مَا يَتَذَكَّرُ فِيهِ مَنْ تَذَكَّرَ وَجَاءَكُمُ  النَّذِيرُ فَذُوقُوا فَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ نَصِيرٍ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan  mereka berteriak di dalam neraka itu, ‘Ya Rabbi, keluarkanlah kami.  niscaya kami akan mengerjakan amalan saleh berlainan dengan apa yang  telah kami kerjakan.’ Bukankah Kami telah memanjangkan umurmu dalam masa  yang cukup bagi orang yang mau berpikir?! Maka rasakanlah (adzab Kami)  dan tidak ada bagi orang-orang yang zalim seorang penolong pun.” (QS:  Faathir: 37)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun mereka tidak akan mungkin bisa kembali lagi ke  dunia. Demikian pula mereka tidak akan mati di neraka. Allah ta’ala  bercerita:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَنَادَوْا يَا مَالِكُ لِيَقْضِ عَلَيْنَا رَبُّكَ  قَالَ إِنَّكُمْ مَاكِثُونَ (٧٧) لَقَدْ جِئْنَاكُمْ بِالْحَقِّ وَلَكِنَّ  أَكْثَرَكُمْ لِلْحَقِّ كَارِهُونَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mereka berseru, ‘Wahai Malik,  biarlah Rabb-Mu membunuh kami saja.’ Dia menjawab, ‘Kalian akan tetap  tinggal (di neraka ini). Sesungguhnya Kami benar-benar telah membawa  kebenaran kepada kalian, namun kebanyakan kalian benci terhadap  kebenaran tersebut.’” (QS. Az-Zukhruf: 77-78)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangankan untuk  menghentikan siksaan, untuk mendapatkan setetes air pun mereka tidak  bisa. Allah ta’ala mengisahkan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan penghuni neraka menyeru  penghuni surga, ‘Berilah kami sedikit air atau makanan yang telah  diberikan Allah kepada kalian.’ Mereka (penghuni surga) menjawab,  ‘Sesungguhnya Allah telah mengharamkan keduanya itu atas orang-orang  kafir.’ (Yaitu) orang-orang yang menjadikan agama mereka sebagai  main-main dan senda gurau, dan kehidupan dunia telah menipu mereka. Maka  pada hari (kiamat) ini Kami melupakan mereka sebagaimana mereka  melupakan pertemuan mereka dengan hari ini dan (sebagaimana) mereka  selalu mengingkari ayat-ayat Kami.” (QS. Al-A’raf: 50-51)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga  kita semua bukan termasuk golongan tersebut di atas, amin ya Rabbal  ‘alamin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulisan ini terinspirasi dari salah satu nasihat yang  disampaikan guru kami Syaikh Prof. Dr. Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin  al-’Abbad dalam salah satu kajian beliau dalam kitab Al-’Aqidah  Al-Wasithiyyah yang diadakan di masjid al-Jami’ah al-Islamiyah Madinah  tiap Kamis pagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DIKUTIP DARI WWW.SOFYANALATSARI.BLOGSPOT.COM&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3730402362438393936-4959484513524721811?l=shalihinassalafy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://shalihinassalafy.blogspot.com/feeds/4959484513524721811/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://shalihinassalafy.blogspot.com/2010/08/jangan-terlena-dengan-kenikmatan-semu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3730402362438393936/posts/default/4959484513524721811'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3730402362438393936/posts/default/4959484513524721811'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://shalihinassalafy.blogspot.com/2010/08/jangan-terlena-dengan-kenikmatan-semu.html' title='JANGAN TERLENA DENGAN KENIKMATAN SEMU ITU'/><author><name>AL FAQIR ILAA MAGFIRATI RABBI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02375418608222591050</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
